Header

10 ETIKA BERLEBARAN (IDUL FITRI)

May 1st, 2022 | Posted by admin_tsb in Lain-lain

10 Etika Berlebaran (Idul Fitri)

Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag (Gubes UINSA Surabaya)

  1. Sebelum berangkat, pastikan rumah Anda aman dari kriminal dan musibah. Berdoalah, “Bismillah, tawakkaltu ‘alallah” (dengan menyebut nama Allah, aku pasrahkan segalanya kepada Allah), agar mendapat perlindungan harta dan keluarga, serta keselamatan perjalanan. Patuhilah protokol kesehatan.
  2. Pilihlah waktu bertamu yang tepat, dan durasi yang bijaksana. Ucapkan salam dengan hangat, lalu katakan, “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima ibadah masing-masing kita). Boleh juga ditambah, “Minal ‘a-idin wal fa-izin, mohon maaf lahir batin).
  3. Berikan waktu bicara lebih banyak kepada lawan bicara. Ajukan pertanyaan atau pancingan agar ia puas bercerita. Dengarkan dengan antusias. Jangan bercerita tentang diri dan keluarga Anda. Jika ditanya pun, jawablah yang singkat, agar lawan bicara bisa melanjutkan ceritanya.
  4. Bawalah oleh-oleh, meskipun sederhana, semata-mata untuk tanda kasih dan keakraban.
  5. Nikmatilah menu hidangan yang ada, dan ambillah secukupnya. Jangan membawa pulang hidangan, kecuali dipersilakan tuan rumah. Jangan sekali-kali mengritik hidangan, dengan bahasa sehalus apa pun. Untuk penghormatan, Anda boleh membatalkan puasa sunah. Boleh juga tetap berpuasa, asalkan meminta ijin tuan rumah sebelum berangkat bertamu. Hindari bertamu dalam keadaan lapar, kecuali tuan rumah telah menginformasikan kesiapan hidangan makan sebelumnya.
  6. Hindari topik yang berat dan sensitif. Misalnya, tentang politik, hukum Islam, pernikahan, anak, gaya hidup, dan sebagainya. Hal itu bisa menyinggung perasaan orang yang beda paham politik dan keagamaan, atau belum menikah, atau belum dikaruniai anak, atau masih berjuang merubah nasib. Hindari juga bercerita tentang kesuksesan dan kesalehan anak, saudara, atau anggota keluarga, agar tidak menimbulkan kecemburuan dan ketersinggungan anggota keluarga yang lain.
  7. Jagalah kebersihan, kerapian dan kebersihan selama bertamu. Jangan merepotkan atau mengecewakan tuan rumah. Misalnya, anak-anak Anda yang membuat lantai, taman, atau asesori rumah berantakan.
  8. Dalam acara reuni, hindari hal-hal yang menimbulkan minder atau ketidaknyamanan teman, dan mungkin kecemburuan pasangan Anda. Tanggalkan semua atribut Anda. Jangan sakit hati, ketika teman menyapa Anda dengan panggilan yang unik dan khas semasa berteman tempo dulu.
  9. Berhias dan berbusanalah dengan sederhana, dengan tetap memperhatikan kepantasan dan bau badan. Berlebihan dan pamer itu dosa.
  10. Jika Anda tuan rumah, segera temuilah tamu. Berikan hidangan yang terbaik sesuai kemampuan, dan penyambutan yang mengesankan. Ketika tamu berpamit, berdirilah, berikan oleh-oleh jika memungkinkan, dan antarkan sampai ke pintu gerbang dengan iringan doa, “fi amanillah” (semoga selalu dalam perlidungan Allah). Jawablah dengan doa pula, “wa-iyyakum” (semoga kalian mendapat perlindungan yang sama dari Allah).

(Surabaya, 29-4-2022 by Moh. Ali Aziz, penulis Terapi Shalat Bahagia)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published.