Header

HAPUS GELISAH DENGAN PASRAH

May 1st, 2013 | Posted by admin_tsb in Artikel

HAPUS GELISAH DENGAN PASRAH

Oleh: Prof Dr Moh Ali Aziz, M, Ag
Penulis Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia

“…yaitu orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: hasbunallah wani’mal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik “. (QS Ali Imran [3]:173)

Pada ayat-ayat sebelumnya, dijelaskan adanya para pejuang agama yang gugur di medan laga dan penghormatan Allah kepada mereka. Sebagian sahabat yang lain tidak gugur, namun mengalami luka berat. Ketika ada panggilan berperang berikutnya, mereka tetap berangkat  walaupun luka masih belum sembuh. Mereka telah menunjukkan keimanan dan kesetiaan yang dahsyat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pada surat Ali Imran ayat 173 yang dikutip di atas, Allah sekali lagi memberi pujian atas keberanian para sahabat yang tidak gentar menghadapi musuh dengan pasukan yang jauh lebih kuat.

Peristiwa itu terjadi setelah perang Uhud dengan korban yang tidak sedikit di pihak Nabi. Baru saja selesai perang, Abu Sufyan, salah satu tokoh pasukan kafir menantang nabi untuk perang kembali tahun berikutnya. Nabi menjawab, ”Baiklah, kita akan bertemu di medan Badar tahun depan insya-Allah”. Pada hari yang dijanjikan, ternyata Abu Sufyan tidak datang. Ia menyuruh Nu’aim bin Mas’ud agar menakut-nakuti Nabi bahwa tentara kafir sangat kuat dengan 1000 pasukan terlatih dan siap tempur. Nu’aim bin Mas’ud langsung bertindak karena tergiur imbalan 10 ekor unta. Atas provokasi Nu’aim, sebagian kaum muslimin terpengaruh dan mulai ragu berperang. Nabi melihat keraguan mereka dan berkata, ”walladzi nafsi biyadihi (Demi Allah yang menguasai diriku), saya akan tetap berangkat ke medan perang walaupun sendirian”.  Lalu Nabi memanggil 70 pasukan yang setia untuk berangkat dengan membaca hasbunallah wani’mal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik). Ketika Nabi sampai di tempat yang disepakati, ternyata tidak ada satupun tentara kafir yang datang. Karena peristiwa itu, maka turunlah surat Ali Imran ayat 173 di atas.

Dalam hadis riwayat Al Bukhari, peristiwa itu ceritakan lebih jelas.”Abdullah bin ‘Abbas ra berkata; Hasbunallah wanikmal wakil adalah doa yang dibaca Nabi Ibrahim ketika dilempar ke dalam api. Nabi SAW juga membaca doa itu ketika orang-orang kafir berkata kepadanya, ”Sungguh, orang-orang sudah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, maka takutlah kalian kepada mereka, namun tantangan itu justeru menambah keimanan mereka (orang-orang mukmin) dan mereka mengucapkan Hasbunallah wanikmal wakil (QS. Ali Imran [3]:173). Kisah pembakaran Nabi Ibrahim disebutkan Allah, ”Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (QS. Al-Anbiyak 69)

Ash-Shiddiqi dalam Kitab Dalilul Falihin menceritakan, ketika Nabi Ibrahim a.s akan dilempar ke dalam api, goncanglah langit dan bumi. Malaikat pengendali awan di udara menawarkan, ”Wahai Ibrahim, jika engkau setuju, saya akan matikan api dengan air”. ”Saya tidak membutuhkan bantuanmu,” jawab Ibrahim. Jawaban yang sama juga diberikan kepada malaikat pengendali angin ketika ditawarkan kepadanya akan mematikan api dengan tiupan angin. Nabi Ibrahim a.s kemudian mengangkat kepala dan berdoa, ”Wahai Allah, Engkau satu-satunya Tuhan di langit, dan aku satu-satunya penyembah-Mu di bumi. Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik)” Ia pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT.

Dalam perang Persia, tentara pihak lawan terpusat di kota Mada-in. Untuk memasuki kota itu, tentara Islam harus menyeberangi sungai Tigris. Sungai ini sangat luas dan arus airnya deras dan bergelombang karena sedang banjir meluap-luap. Panglima perang, Sa’ad bin Abi Waqqash sama sekali tidak gentar. Setelah menemukan bagian yang paling dangkal dari sungai itu, ia perintahkan pasukan berkuda untuk menyeberangi sungai dengan komando kepasrahan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik).  Tingginya gelombang air membuat sebagian tentara tidak terlihat. Namun berkat pertolongan Allah, semua tentara berhasil menyebarangi tanpa ada satupun yang tertinggal. Sa’ad bin Abi Waqqash  dikenal sebagai panglima dengan dua senjata: panahnya yang jitu dan doanya yang ampuh. Ia termasuk salah satu sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Ia juga orang yang pertama kali meluncurkan panah dalam sejarah Islam dan yang pertama kali juga terkena panah.

Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup. Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan. Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun. Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia duapuluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong. Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya tuliskan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah Pelindung Yang Terbaik). Saya tambahkan juga doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal [8]:40, al-haj [22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orang tuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu. Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penunut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim. Subhanallah.

Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir. Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali doa itu sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke-Mahakuasaan Allah dalam menolong hamba-Nya. Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah Anda kepada Allah sepenuhnya, Allah pasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”  (Referensi: Riyadlus Sholihin I : 97-98, Tafsir Al-Azhar IV : 156-158. Ar Rijal Haular Rasul, Khalid Muhammad Khalid, p. 137-151. Allan As shiddiqi, Dalilul Falihin I: 193)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

4 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *