Header

KAMERA TERCANGGIH PENGINTAI ANDA

June 21st, 2013 | Posted by admin_tsb in Artikel

KAMERA TERCANGGIH PENGINTAI ANDA

Oleh: Prof Dr Moh Ali Aziz, M, Ag
Penulis Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia

bumi

sumber gambar: http://sathiyam.tv/english/wp-content/uploads/2013/01/Earth-Landscape-Art.jpg

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya, “Mengapa bumi (menjadi begini)?”. Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan beraneka, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) atas perbuatan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (debu atau atom)pun, pastilah ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula. (QS al-Zalzalah [99]:1-8)

Inilah Surat Al-Qur’an yang disebut Rasulullah SAW sebagai ”Surat Separuh Al-Qur’an” (HR at-Tirmidzi dari Ibnu Abbas). Surat ini memuat tiga pesan penting. Pertama, suasana hari kiamat. Kedua, kesaksian bumi atas semua perbuatan manusia. Ketiga, ketelitian pemeriksaan Allah terhadap perbuatan manusia dan jenis balasannya. Saya yakin hati Anda bergetar terkena sentuhan ”Surat Separuh Al-Qur’an” ini.

Salah satu pokok keimanan dalam Islam adalah percaya adanya hari kiamat. Pada hari berakhirnya semua kehidupan itu, bumi diguncang dengan dahsyat melebihi guncangan yang pernah disaksikan manusia sebelumnya. Begitu kerasnya goncangan, sampai gunung seberat apapun terlempar tinggi ke atas. Apalagi makhluk sekecil Anda. Semua gunung itu terlempar ke atas seperti ribuan laron yang memenuhi udara atau kapas yang tertiup angin. Ahli geologi yang sudah mengenal seluk beluk bumi, pada hari kiamat itu juga akan heran, gugup dan penuh ketakutan. Tambang minyak, lahar panas, emas, intan dan semua isi perut bumi akan dimuntahkan.

Setelah semuanya berakhir, maka semua manusia mulai Nabi Adam sampai manusia terakhir akan dibangkitkan dari kuburan masing-masing. Malaikat Jibril pernah mengatakan bahwa Nabi SAW adalah orang pertama yang dibangkitkan, dan dialah juga yang akan memimpin semua manusia yang dibangkitkan itu menuju pengadilan Allah.

Dalam Surat Ali Imran ayat 106-107, Allah menjelaskan dua macam wajah manusia saat itu. “Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan), “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu”. Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya”.

Di samping wajah yang hitam dan putih, dalam beberapa hadis, dijelaskan pula adanya manusia berwajah keledai, ada pula yang terhuyung-huyung kelelahan, selalu terjatuh dan terinjak-injak, dan ada pula yang berjalan dengan salah satu pundak yang miring. Semua tampilan itu sebagai hasil dari make-upnya sendiri selama hidup di dunia. Mereka yang berwajah putih, adalah yang ber-make-up dengan wudlu. Mereka yang terjatuh dan terinjak-injak orang, adalah mereka yang sudah terbiasa menginjak-injak hak-hak dan kehormatan manusia semasa hidupnya. Adapun orang yang berjalan dengan pundak yang miring, adalah mereka yang beristri lebih dari seorang dan bertindak tidak adil kepada mereka.

Bumi tidak hanya memuntahkan isi perutnya. Ia juga menjadi CCTV sepanjang zaman untuk merekam apa saja yang Anda lakukan. Alat perekam itu telah dipasang di semua tempat: dugem-disco, remang-remang arena pelacuran,  masjid, mushalla, gedung DPR/MPR dan sebagainya. Rasulullah SAW menjelaskan bagaimana pelaporan rekaman bumi tersebut.

وَعَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَرَأَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَا, ثُمَّ قَالَ: اَتَدْرُوْنَ مَا اَخْبَارَهَا؟ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمْ, قَالَ: فَاِنَّ اَخْبَارَهَا اَنْ تَشْهَدَ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ اَوْاَمَةٍ بِمَا عَمِلَ عَلَى ظَهْرِهَا, تَقُوْلُ: عَمِلَ كَذَا فِى يَوْمٍ كَذَا وَكَذَا, فَهَذِهِ اَخْبَارُهَا. (روه الترمذى وقال حديث حسن)

Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah SAW membaca ayat: “Yaumaidzin tuhadditsu akhbaraha (pada hari itu bumi menceritakan beritanya). Tahukah kamu sekalian, apa yang diberitakan oleh bumi itu?”. Para sahabat menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda, “Berita bumi itu adalah bahwa bumi itu menjadi saksi atas segala perbuatan seorang laki-laki maupun perempuan yang dilakukan di atasnya. Bumi itu akan mengatakan, “Ia berbuat begini dan begitu pada hari ini dan hari itu”. Inilah yang diberitakan oleh bumi”. (HR. At-Turmudzi)

Mohammad bin ’Allan as-Shiddiqi mengatakan bumi akan berbicara dengan suara seperti suara manusia dan itu tidak sulit bagi Allah. Bumi melaporkan secara detail hasil rekamannya. Tidak cukup dengan kesaksian bumi, semua anggota badan Anda ikut berbicara memberi kesaksian. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS Yasin [36]:65).

Dalam ayat lain, Allah berfirman, ”Dan mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan Kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (QS. Fushilat [41]:21)

Lengkaplah sudah alat perekam perbuatan manusia di semua sudut bumi. Semua alat perekam itu mendeteksi kita. Perbuatan baik sebesar debupun akan diketahui Allah dan akan dibalasnya. Demikian juga perbuatan dosa. Adapun hati, hanya Allah yang mengetahui lintasan sesamar apapun di dalamnya.

Jika Anda melakukan kebajikan, tapi tidak satupun orang memberi apresiasi, jangan gelisah. Jangan sekali-kali bersuka ria, jika kesalahan Anda itu berhasil ditutup-rapat dengan segala cara, sebab Allah pasti mengetahui dan bumi menjadi saksinya. Jika Anda memenangi perkara di pengadilan, padahal hati nurani Anda mengetahui bahwa Anda melakukan kebohongan dan tipudaya dengan kekuasaan dan uang, jangan bersorak-sorai. Ingatlah bumi menjadi saksi kebohongan Anda dan Allah pasti akan membalasnya. Allah Maha Mengetahui isi hati Anda.

Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (debu atau atom)pun, pastilah ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula.Dua ayat penutup surat inilah yang oleh Abdullah bin Mas’ud disebut sebagai ayat paling lengkap cakupanya dan paling menggetarkan hati pembacanya. Saya yakin, Anda juga bergetar membaca kandungan surat ini. (Sumber beberapa Kitab Tafsir, Dalilul Falihin:I:245; Riyadus Sholihin I:358)

 

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

5 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *