Header

KHUTBAH SINGKAT IDUL ADHA 1442/2021 | MUHASABAH DAN BAHAGIAKAN KELUARGA

July 16th, 2021 | Posted by admin_tsb in Taushiyah/Khutbah

 

KHUTBAH SINGKAT IDUL ADHA 1442/2021
MUHASABAH DAN BAHAGIAKAN KELUARGA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ/  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ / وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهْ/ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهْ / اَمَّابَعْدُ/  قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Yth.

Pada khutbah pagi ini, saya bacakan satu hadis Nabi yang amat cocok untuk hari-hari yang berat dan memprihatinkan ini. Seorang sahabat yang sangat akrab dengan Nabi, ‘Uqbah bin ‘Amir, r.a pernah bertanya kepada Nabi SAW: 

يَارَسُوْلَ اللهِ مَاالنَّجَاةُ، قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيْئَتِكَ

Wahai Rasulullah, apa saja kiat untuk selamat? Nabi menjawab, “Kekanglah lidahmu, tetaplah di rumahmu, tangisilah dosamu” (HR. At Tirmidzi).

Hadirin Yth.

Berdasarkan hadis di atas, untuk keselamatan dunia dan akhirat, ada tiga hal  yang harus kita lakukan. Pertama, hati-hatilah ketika bicara. Ada pepatah, “Think today and speak tomorrow” (pikirkan sekarang dan ucapkan besok). Jangan asbun (asal bunyi) atau asplak (asal njeplak). Banyak orang putus persaudaraan, atau masuk penjara, atau meregang nyawa, karena bicaranya yang tanpa otak dan tanpa hati. Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a mengatakan, “Lidah orang bijak di belakang hatinya, dan lidah orang bodoh di depan hatinya.” Artinya orang pintar ditandai dengan bicara yang difilter dengan akal dan hati, dan orang bodoh berbicara tanpa dipikirkan dan dipertimbangkan terlebih dahulu.  

Kedua, bahagiakan keluarga, sehingga semua anggota keluarga senang tinggal di rumah. Atau, jangan keluar rumah, kecuali ada keperluan yang amat-amat penting. Sebab, hal itu tindakan boros atau mubazir, atau tindakan yang sia-sia, dan orang demikianlah yang paling disenangi setan. Jadikan keluarga sebagai surga (baiti jannati), bukan neraka. Bangunlah komunikasi dalam keluarga dengan akrab, menyenangkan dan menggairahkan. Jadilah pendengar baik, jangan suka memotong pembicaraan pasangan dan anggota keluarga lainnya. Jangan menjadi manusia autis, yang sibuk dengan gajetnya sepanjang hari, seolah tak ada manusia di sekelilingnya yang bisa diajak bicara.  Sediakan waktu untuk berakrab ria dengan keluarga. Inilah ibadah dalam keluarga yang berlipat pahala, dan banyak orang tidak menyadarinya. Khusus pada masa pandemi ini, sekali lagi, jangan keluar rumah, kecuali sangat penting, sebab kita wajib menjaga keselamatan diri, keluarga, dan masyarakat luas.

Ketiga, sediakan waktu untuk muhasabah yaitu menghitung kesalahan masa lalu setiap selasai shalat, atau ketika menunggu waktu shalat di masjid, atau ketika bersiap tidur. Ingatlah satu persatu dosa yang pernah kita lakukan sejak remaja, dosa kecil dan besar. Ingatlah betapa berat siksa Allah jika tidak mendapat ampunan Allah, lalu istighfar dan tobatlah.

Muhasabah atau introspeksi itu juga diperlukan, agar kita merasa sok suci dan memandang orang lain kotor dan sesat. Jangan-jangan dalam panilaian Allah, yang kotor dan sesat adalah kita sendiri. Na’udzu billah.         

Hadirin Yth.

Semoga Allah memberi kekuatan kita untuk menjalankan tiga pesan Nabi di atas, yaitu  jaga mulut, jaga keselamatan dan kebahagiaan keluarga, dan sering-seringlah muhasabah atau introspeksi. Semoga khutbah ini bermanfaat. 

           اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Duduklah 7 detik. Lalu berdiri lagi melanjutkan khutbah kedua:

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ/  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ / وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهْ/ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهْ / اَمَّابَعْدُ/  قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Catatan: (1) Khutbah idul adha dilakukan setelah shalat, (2) khutbah bisa satu kali (tanpa duduk dan tanpa khutbah kedua), atau dua kali dengan selingan duduk di antara dua khutbah.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *