Header

KIAI JAMPERSAL

October 6th, 2012 | Posted by admin_tsb in Artikel

KIAI JAMPERSAL

Oleh: Prof Dr Moh Ali Aziz, M, Ag
Penulis Buku 60 Menit Terapi Shalat Bahagia

Ada-ada saja nasehat kiai. Seorang kiai hanya menyarankan singkat, “Baca shalawat Nabi yang banyak” pada seorang tamu yang bercerita panjang lebar tentang kesulitan ekonominya. Bagitu panjangnya cerita sang tamu, sampai kiai hampir mengantuk. Lain kiai, lain pula nesehatnya. Seorang Pengawai Negeri Sipil di Surabaya curhat, “Pak kiai, menurut informasi, saya akan dipindahtugaskan ke Papua. Mohon didoakan agar saya tetap bertugas di  wilayah Jawa Timur.” Di hadapan tujuh tamu lain yang sedang antre meminta nasehat, kiai berkata pendek, “Bacalah alhamdulillah 5000 kali setiap hari.” “Saya lagi susah, kok justru disuruh membaca alhamdulillah” sedikit protes dalam benak si tamu. Tapi demi kepercayaan kepada kiai, pesan itu dijalani dan ternyata berhasil.

Mau nasehat yang lebih unik? Tanyakan kepada KH Achmad Sofwan Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Daarul Muttaqin Manukan Surabaya. Menurut beliau, abahnya, Kiai Sofwan di Rembang selalu berwasiat, “Agar hidupmu diberi kemudahan Allah, carilah orang miskin yang hamil tua sebanyak-banyaknya, lalu berikan biaya secukupnya untuk proses persalinan, walaupun kau peroleh dari pinjaman orang. Mereka sangat sedih dan cemas pada hari-hari itu.”

Andaikan Kiai Sofwan masih hidup, tentu ia diberi penghargaan Menteri Kesehatan RI yang sekarang lagi berjuang menurunkan kematian ibu dan anak. Kemenkes menarjet 102 kematian dari 100.000 kelahiran pada tahun 2015 nanti sesuai dengan tujuan MDGs (Millenium Development Goal’s). Angka kematian ibu sekarang masih memprihatinkan, yaitu 228 jiwa tiap 100.000 kelahiran. Menurut hitungan DR Sudibyo Alimoesa dari BKKBN, hampir setiap satu jam, dua ibu melahirkan meninggal dunia. Berdasar hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001, 90 persen kematian ibu disebabkan karena persalinan. Hal ini karena masih banyaknya ibu tidak mampu yang persalinannya tidak dilayani oleh tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang baik karena terkendala biaya.

Untuk menurunkan angka kematian sesuai dengan MDGs tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Antara lain melalui penempatan bidan di desa, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dengan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), peyediaan fasilitas kesehatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas, dan  perawatan dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di rumah sakit.

Yang terakhir adalah peluncuran resmi program Jampersal (Jaminan Persalinan) untuk membantu ibu-ibu melahirkan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah dan juga swasta yang sudah menandatangai kerja sama. Ibu hamil kini bisa melakukan persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan secara gratis hanya dengan membawa KTP. Peserta program Jampersal adalah ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas (pasca melahirkan sampai 42 hari) dan bayi baru lahir (0-28 hari).

Melalui program dengan slogan Ibu Selamat, Bayi Lahir Sehat ini, pada tahun 2012 Pemerintah menjamin pembiayaan persalinan sekitar 2,5 juta ibu hamil agar mereka mendapatkan layanan persalinan oleh tenaga kesehatan dan bayi yang dilahirkan sampai dengan masa neonatal di fasilitas kesehatan.

Sekali lagi, andaikan Kiai Sofwan masih hidup, tentu ia akan menggerakkan semua kiai di Indonesia untuk lebih peduli terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi. Gerakan mulia semacam itu diperlukan sebab nyawa seorang manusia, termasuk bayi yang baru dilahirkan dihargai Allah setara dengan nyawa semua umat manusia. Ketika terjadi pembunuhan Qabil atas saudaranya, Habil, Allah SWT berfirman, “Oleh sebab itu, Kami tetapkan suatu hukum bagi Bangsa Israil, bahwa barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena ia membunuh orang lain, atau bukan karena melakukan kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan ia membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa menyelamatkan kehidupan seorang manusia, maka-seakan-akan ia telah menyelamatkan kehidupan manusia seluruhnya..” (QS. Al Maidah [5]:32).

Di saat masyarakat sangat jenuh dengan media masa cetak dan eletktronik yang berisi berita gosip, persaingan politik dan kekerasan, apalagi dengan komentar para pakar yang membingungkan, saatnya kita melakukan gerakan untuk melanjutkan wasiat KH Sofwan: berbagi kasih kepada para ibu yang sedang gelisah dan bertaruh hidup diri dan bayinya pada saat dan sesudah persalinan. Nabi SAW bersabda, “Penebar kasih di antara manusia akan tertaburi kasih Allah Yang Maha Pengasih. Kasihilah penghuni bumi, engkau dikasihi semua penghuni langit.” Dalam kesempatan lain, Nabi SAW juga bersabda, “Barangsiapa membebaskan kesusahan orang mukmin dari masalah kehidupan dunia, Allah akan membebaskannya dari kesusahan di hari kiamat, dan barangsiapa memberi kemudahan atas kesulitan seseorang, Allah akan memberi kemudahan dari urusan dunia dan akhirat.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

Surabaya, 03-09-2012

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *