Header

NOL SATU

January 4th, 2017 | Posted by admin_tsb in Artikel

NOL SATU
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

ٱلۡقَارِعَةُ ١  مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٢  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ ٣  يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ ٤ وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ٱلۡمَنفُوشِ ٥  فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ٦ فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ ٧  وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ ٨ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ ٩  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ ١٠  نَارٌ حَامِيَةُۢ ١١

Hari Kiamat? Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (Itulah) hari di mana manusia seperti belalang yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Ia adalah api yang sangat panas (QS. Al Qari’ah [101]: 1-11).

                Dalam Ilmu Retorika, terdapat teori memancing perhatian audiens, antara lain memulai pembicaraan dengan mengemukakan satu atau beberapa pertanyaan provokatif, lalu dijawab sendiri oleh pembicara. Berdasarkan teori ini, Surat Al Qari’ah yang dimulai dengan dua pertanyaan tentang kiamat benar-benar mengundang Anda untuk lebih serius memperhatikan pesan-pesan penting di dalamnya.

                Allah SWT memberitakan, suatu saat nanti Anda akan dikejutkan suara keras yang menggetarkan dada dan memekakkan telinga. Benar-benar mencekam (al qari’ah). Anda akan berlari ketakutan dengan telanjang tanpa sadar. Para ibu melemparkan bayi yang sedang disusuinya. Orang tuapun menjadi tidak mengenal anak-anak yang paling dicintainya.  Percaya atau tidak, Anda pasti akan mengalaminya. Tak ada satupun agama yang mengingkari peristiwa itu.

                 Saat itu, Anda tidak lagi di bumi karena telah terlempar jauh ke atas oleh goncangan bumi bersamaan dengan jutaan gunung yang diterbangkan ke udara seperti bulu hewan yang terhempas angin puting beliung. Muntahan gunung-gunung itupun berwarna-warni sesuai dengan kandungan di dalamnya. Jika kandungannya besi, maka merah warnanya; berwarna hitam jika kandungan utamanya batubara; dan berwarna hijau jika kandungan utamanya perunggu.

                Melalui berita tentang gunung raksasa yang berterbangan di udara pada ayat-ayat di atas, secara tidak langsung Allah sejatinya memompakan semangat hidup Anda, “Kenapa engkau bersedih dengan masalah yang engkau hadapi?” “Tidakkah Aku mampu menerbangkan jutaan gunung raksasa?” “Wahai hamba-Ku, terlalu mudah bagi-Ku mengangkat batu besar yang menindih dadamu. Bersabarlah, sebab sebentar lagi, Aku akan hadir menolongmu.” “Jangan sedikitpun cemas, sebab Aku Maha Kuasa mengangkat batu-batu besar yang menyulitkan langkahmu untuk meraih kesuksesan. Aku Maha Kuasa menyingkirkan batu-batu berat itu dengan mudah.”

                Setelah al qariah berakhir, maka semua catatan manusia dihitung satu persatu, lalu dibandingkan antara skor perbuatan baik dan buruk: “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Ia adalah api yang sangat panas.”  Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman,

  يُؤْتَى بِحَسَنَاتِ الْعَبْدِ وَسَيِّئَاتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقْتَصُّ بَعْضُهَا بِبَعْضٍ فَاِنْ بَقِيَتْ حَسَنَةٌ وَاحِدَةٌ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ

Pada hari kiamat kelak, catatan perbuatan baik dan buruk setiap orang diserahkan (kepada Allah). Lalu, dua catatan itu dibandingkan antara keduanya. Jika terdapat selisih satu nilai kebaikan, maka ia dimasukkan ke surga” (HQR. Al Thabrani dari Ibnu ‘Abbas r.a).

                Berdasarkan ayat dan hadits di atas, jika skor catatan perbuatan baik manusia nol satu lebih tinggi dari jumlah dosanya, maka ia selamat dari neraka dan dimasukkan ke surga. Jadi, nol satu kebaikan menjadi penghapus semua dosa seseorang. Sebaliknya, jika skor perbutan buruknya nol satu lebih besar dari kebaikannya, maka ia harus menjalani hukuman berat di neraka. Bagi manusia dengan skor pahala dan dosa yang sama, maka ia dimasukkan dalam daftar ash-habul a’raf yaitu menunggu keputusan Allah lebih lanjut. Abu Bakar As Shiddiq r.a berkata, “Timbangan kebaikanmu tergantung seberapa besar timbangan Allah di hatimu. Jika hatimu lebih condong kepada Allah, maka timbangan kebaikanmu lebih berat, dan jika timbangan Allah ringan di dadamu, maka sedikit pula timbangan kebaikanmu.”

                Apa yang harus dilakukan pada sisa-sisa hidup Anda agar mendapat tambahan skor nol satu kebaikan?. Lakukan dua zikir, yaitu zikir lidah dan zikir badan. Zikir lidah adalah membaca zikir-zikir penambah skor tertinggi untuk kebaikan, sebagaimana dianjurkan Nabi SAW. Ia bersabda, “Jika tujuh petala langit dan bumi beserta isinya, dan juga tujuh petala bumi (beserta kandungan di dalamnya) di letakkan dalam  satu keping timbangan, dan kalimat lailaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) pada keping timbangan lainnya, maka timbangan kalimat itu akan melebihi timbangan langit dan bumi” (HR. Ahmad).

                Nabi SAW juga bersabda,Ada dua bacaan yang ringan diucapkan di lisan, tapi  menambah beratnya timbangan kebaikan dan penambah cinta Allah Yang Maha Pengasih, yaitu,  subhanallah wabihamdih, subhanallahil ‘adhim (Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya; Maha Suci Allah, Yang  Maha Agung) (HR. Al Bukhari). Bacaan allahumma shalli ‘ala Muhammad juga mempercepat kenaikan skor kebaikan. Nabi SAW bersabda, “Sungguh shalawat Nabi termasuk pemberat timbangan kebaikan (HR. Al Hakim dan Al Turmudzi).

                Zikir lidah tidaklah cukup. Anda juga harus melakukan dzikir badan, yaitu tindakan nyata untuk menyenangkan Allah SWT dan umat manusia, lebih-lebih untuk meringankan beban hidup mereka yang menderita. Nabi SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat menambah berat timbangan kebaikan (di akhirat) melebihi akhlak mulia” (HR. Al Hakim dan Al Turmudzi). Jika Anda birokrat, berikan pelayanan yang paling memuaskan. Bagi para anggota legislatif, Anda harus melahirkan produk undang-undang yang menyejahterakan masyarakat. Jika Anda penegak hukum: jaksa, hakim atau polisi, maka berikan masyarakat perlindungan yang maksimal dan putuskan hukum seadil-adilnya. Zikir badan juga berupa infak Anda untuk syiar Islam atau sedekah kepada para fakir miskin. Lakukan zikir lidah dan zikir badan sebanyak-banyaknya untuk meraih tambahan nol satu kebaikan atau lebih. Nol satu itulah nilai penentu keselamatan masa depan.

Referensi: (1) Ali Usman dkk, Hadits Qudsi, Penerbit CV Diponegoro,  Bandung, 1979, p. 253-257;  (2) M. Qureish Shihab, Tafsir Al Misbah, Vol. 15, Penerbit Lenterera Hati, Jakarta, 2012, p. 561-562 (3) Hamka, Tafsir Al Azhar, juz xxx, Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985, p. 224-227

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

One Response



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *