Header

PEDOMAN PUASA MUHARRAM

August 7th, 2021 | Posted by admin_tsb in Artikel

PEDOMAN PUASA MUHARRAM
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

  1. Muharram adalah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah (QS. At Taubah [9]: 36). Anjuran puasa pada bulan ini berdasar sabda Nabi SAW, “Puasa terbaik selain Ramadan adalah puasa Muharram” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, r.a).
  2. Puasa tanggal 10 Muharram (‘asyura’).
    Ketika Nabi ditanya tentang puasa ‘asyura’, ia menjawab, “Itulah puasa penghapus dosa setahun yang lewat” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas, r.a). Peristiwa bersejarah pada ‘Asyura’: (a) Adam, a.s diciptakan dan diterima tobatnya, (b) Musa, a.s selamat, dan Fir’aun tenggelam, (c) Yunus, a.s keluar dari perut ikan, (d) Ayyub, a.s sembuh, (e) Kapal Nuh a.s selamat dari ombak besar dan mendarat di bukit Judy, (f) Ibrahim, a.s selamat dari pembakaran, (g) Isa, a.s selamat dari penyaliban dan diangkat ke langit, (h) Ya’qub, a.s bertemu Yusuf, a.s dan sembuh dari buta.
  3. Puasa tanggal 9 Muharram (tasu’a’).
    Ketika para sahabat memberitahu Nabi, bahwa puasa ‘asyura’ adalah puasanya orang Yahudi dan Nasrani (bersyukur atas selamatnya Musa, a.s), Nabi menjawab, “Insya-Allah tahun depan saya berpuasa tanggal 9 Muharram (tasu’a’).” Tapi, Nabi wafat sebelum memasuki tahun berikutnya (HR. Abu Dawud). Dengan puasa tasu’a’ dan ‘asyura’, maka puasa Muharram kita berbeda dengan puasa orang Yahudi dan Nasrani.
  4. Puasa tanggal 11 Muharram.
    Para ulama berselisih tentang puasa ini: (a) Sebagian ulama melarangnya, sebab bid’ah. Hadis yang menganjurkannya lemah, tidak bisa dijadikan dasar, (b) Sebagian ulama lainnya menganjurkan, dengan 3 alasan: pertama, adanya hadis tentang kemuliaan puasa Muharram, tanpa menyebut tanggal tertentu. Kedua, agar lebih jelas lagi perbedaan puasa muslim dan puasa orang Yahudi dan Nasrani. Ketiga, untuk kemantapan hati, sebab kadang ragu ketepatan penentuan tanggal 10 Muharram. (c) Sebagian ulama lainnya menganjurkan, tapi dengan syarat, bahwa puasa itu diniatkan meraih kemuliaan Muharram, bukan dikhususkan untuk kemuliaan 11 Muharram.
  5. Puasa Muharram bisa diniatkan bersamaan dengan puasa sunah lainnya, jika ia sudah rutin melakukannya.
  6. Selain berpuasa, muslim Indonesia juga berlomba meraih kemuliaan Muharram dengan memperbanyak baca Al Qur’an, shalat sunah, sedekah, dan kajian Islam. Bahkan menjadikan Muharram “Hari-raya Yatim dan Fakir Miskin,” dengan khitanan masal, membantu biaya sekolah, dan sebagainya, sekaligus untuk syiar memasuki tahun baru hijriyah.

Surabaya, 7 Agustus 2021/28 Dzulhijjah 1442 H

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *