Header

PEDOMAN PUASA RAJAB

February 4th, 2022 | Posted by admin_tsb in Artikel

PEDOMAN PUASA RAJAB
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag.

A. Ayat Al Qur’an
Allah telah menentukan empat bulan mulia (al-asyhurul hurum) dari 12 bulan hijriyah yang ditetapkan (QS. At-Taubah [9]:36), yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

B. Hadis yang Disepakati Ulama
Banyak hadis yang secara khusus memerintahkan puasa pada bulan Muharram dan Sya’ban. Sedangkan perintah puasa pada dua bulan mulia lainnya (Rajab dan Dzulqa’dah) berdasar pada hadis yang bersifat umum berikut ini. Seorang pria dari kampung Al-Bahilah, yang bernama Abu Mujibah Al-Bahili datang kepada Nabi, lalu Nabi memberi perintah kepadanya,
صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
“Berpuasalah dari (sebagian hari) bulan-bulan mulia dan tinggalkan” Nabi mengulang nasihat itu tiga kali, sambil menggengamkan tangan, dan melepaskan jarinya satu per satu. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi dari Abu Mujibah Al Bahili dengan sanad yang kuat ) (Sayid Sabiq, Fiqh Sunnah, 3: 204-205).

C. Hadis yang Belum Disepakati Ulama
Ada
beberapa hadis yang validitasnya belum disepakati oleh semua ulama. Pertama, sabda Nabi, “Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab, maka ia seperti puasa sebulan. Barangsiapa berpuasa tujuh hari, maka ditutuplah untuknya tujuh (semua) pintu neraka Jahanam. Barangsaiapa berpuasa delapan hari, maka dibukalah untuknya delapan (semua) pintu surga. Barangsiapa berpuasa sepuluh hari, maka semua kesalahannya diganti dengan kebaikan.”
Kedua, “Dalam surga terdapat sungai yang diberi nama Rajab. Airnya lebih putih dari susu, dan rasanya lebih manis dari madu. Siapa yang berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan diberi minum dari sungai itu.” Ketiga, “Rajab adalah bulannya Allah; Sya’ban bulanku (Nabi), dan Ramadan bulannya umatku.”
Keempat, “Pada malam mi’raj, saya (Nabi) melihat sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu, dan lebih harum dari minyak wangi. Saya bertanya pada Jibril a.s, “Wahai Jibril, untuk siapakah sungai ini? Jibril a.s menjawab, “Wahai Muhammad, sungai ini untuk orang yang membaca salawat untukmu di bulan Rajab ini.”

D. Puasa Rajab
Bagi yang berpuasa Rajab, untuk menghindari kontroversi, lakukan dengan cara: (1) jadikan hadis pada poin B sebagai landasan, bukan hadis-hadis pada poin C, (2) berniatlah untuk meraih rida Allah melalui puasa pada bulan-bulan mulia, (3) berniatlah juga untuk latihan penguatan diri melawan hawa nafsu, atau pemanasan tahap 1 (puasa Rajab), tahap 2 (puasa Sya’ban) sebelum memasuki bulan Ramadan, (4) jangan hanya berpuasa pada bulan Rajab, tapi berpuasalah juga pada bulan-bulan mulia lainnya, terutama bulan Muharram dan bulan Sya’ban, (5) jangan menentukan tanggal secara khusus. Kerjakan kapan saja, (6) bagi Anda yang sudah berpuasa Daud, lanjutkan, dan jangan berpuasa Rajab. Bagi yang sudah istiqamah puasa sunah lainnya, misalnya Senin-Kamis, lanjutkan, dan boleh dengan niat ganda, yaitu niat puasa Senin-Kamis sekaligus Rajab. Tidak harus puasa Rajab secara khusus.

E. Apresiasi dan Doa selama Rajab dan Sya’ban
Berikan penghormatan kepada saudara kita, baik yang berpuasa Rajab atau tidak. Jangan mencacinya, sebab masing-masing memiliki landasan hukum. Puasa selain Ramadan hanyalah sunah, sedangkan mencaci orang hukumnya haram. Selama Rajab dan Sya’ban, semua muslim hendaklah memperbanyak doa,

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana, wa ballighna Ramadhana
“Wahai Allah berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan berikan kami kesempatan puasa Ramadan.”

Surabaya 02-02-2022, Kun Yaquta Foundation, Terapi Shalat Bahagia.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

Leave a Reply

Your email address will not be published.