Header

SHALAT ORANG BERTATO?

July 3rd, 2014 | Posted by admin_tsb in Konsultasi Keluarga Bahagia

SHALAT ORANG BERTATO?
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Tanya:

Assalamu’alaikum wr wb

Saya istri (35 tahun) bersuami pria bertato pada tangan, leher dan dada sejak muda sebelum menikah dengan saya. Ia suami yang luar biasa perhatiannya untuk saya, orang tua dan semua saudara saya. Juga sangat sopan kepada siapa saja. Pokoknya, ia segala-galanya bagi saya dan anak-anak. Hanya satu kekurangannya, sampai sekarang tidak mau shalat. Setiap saya ajak shalat, ia hanya diam, tidak menjawab satu katapun.

Pada awal tahun 2014 ini, dia tiba-tiba bercerita tentang sebab keengganannya untuk shalat. Ia sangat menyesal telah mentato sedemikian banyak anggota tubuhnya. Sudah beberapa kali ia mencoba menghilangkannya, tapi ternyata sangat sulit walaupun dengan laser, disamping biayanya mahal. Ia semakin gelisah setelah mendengar seorang ustad yang berceramah di masjid yang terdengar sampai di kamar tidurnya, bahwa shalat tidak sah bagi orang yang bertato.

Saya mohon penjelasan dan solusi atas masalah tersebut. Terima kasih. Wassalam.

Ratih Putri – Jakarta

Jawab:

Wa’alaikumussalam wr wb.

Tenang bu Ratih. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ijinkan saya bercerita sedikit tentang tato. Tato (tatto) adalah suatu tanda yang dibuat dengan memasukkan pigmen ke dalam kulit. Seni ini dikenal sejak 12.000 tahun lalu. Pada jaman dahulu, tato dipakai oleh masyarakat suku terasing sebagai tanda wilayah, status, atau pangkat seseorang.

Ada dua macam tato, yakni tato temporer dan tato permanen. Tato jenis pertama cara pembuatannya sangat sederhana, sama dengan cara membuat hiasan di kulit dengan henna: cukup dioleskan pada permukaan kulit dan menunggu hingga warnanya meresap ke dalam lapisan permukaan kulit. Tato jenis ini hanya bertahan beberapa waktu dan akan hilang dengan sendirinya. Adapun tato jenis kedua dibuat dengan cara memasukkan tinta ke dalam lapisan kulit dengan alat yang mirip jarum suntik. Tato jenis ini tidak bisa hilang dengan sendirinya, sehingga proses penghapusannya membutuhkan cara khusus. Misalnya menggunakan laser. Rupanya tato suami Anda termasuk jenis ini.

Bolehkah muslim membuat tato pada badannya? Nabi SAW bersabda, “Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya, dan yang meminta untuk disambungkan, serta wanita yang mentato atau meminta ditato.” (HR. Al Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a). Allah SWT juga berfirman, “Dan aku (setan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku (setan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa`[04]: 119).

Berdasarkan ayat dan hadis diatas, maka Islam melarang muslim untuk bertato di bagian tubuh manapun, karena termasuk perbuatan menyakiti diri sendiri, merubah apa yang telah dikaruniakan Allah, serta mendorong orang untuk memamerkan bagian tubuhnya.

Lalu, bagaimana jika telah terlanjur melakukannya? Imam An-Nawawi mengatakan wajib menghapusnya jika tidak sulit dan tidak membahayakan kesehatan. Namun, jika tidak memungkinkan, maka yang bersangkutan cukup bertobat kepada Allah SWT. Tidak mungkin Allah membuat perintah yang menyusahkan orang. Allah SWT berfirman, “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS Al Baqarah [02]:185).

Apakah wudlu yang bersangkutan sah? Tetap sah, sebab tinta tato masuk di bawah permukaan kulit sehingga air wudlu tetap mengenai kulit anggota badan yang wajib dibasuh. Dengan demikian, shalatnya juga sah. Adapun tato yang menggunakan cat atau tinta yang menghalangi air wudlu sampai ke kulit, maka wudlu yang bersangkutan tidak sah. Ia wajib menghilangkan tato jenis ini sangat mudah.

Begitulah bu Ratih. Semoga jawaban ini benar-benar menghibur dan menyemangati suami Anda untuk shalat wajib dan shalat sunah. Semoga Anda sekelurarga menjadi keluarga penuh ibadah dan sakinah. Wallahu a’lamu bis shawab.

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

8 Responses

  • subi anto says:

    trmksh ustadz…. infonya sangat bermanfaat. baroqallohu

  • imam firmansyah says:

    jika tato itu berada di lengan bahu apakah wudhu ngk sah pak…

  • moh ali aziz says:

    walaupun di lengan bahu tetap sah karena permukaan kulit sudah terkena air. Allah tidak pernah mempersulit hamba-Nya

  • anrie says:

    Assalamualaikum..
    Saya mau tanya.. Saya punya seorang teman perempuan dan dia memiliki tatto.. Dia membuat tatto karena sebelum nya dia bukan seorang muslim.. Dan sekarang dia telah menjadi seorang muallaf.. Dia tahu bahwa tatto di larang dalam islam dan sebelum dia masuk Islam , dia bertanya pada saya apakah Islam akan menerima dirinya nya ? Karena dia memiliki tatto.. Saya jawab InsyaAllah Allah akan menerima kamu…yang mengganggu pikiran saya sekarang, apakah jawaban saya atas pertanyaan itu tepat…. Mohon penjelasan nya… Terima kasih

  • azwar anas says:

    Artikel tersebut menberikan saya pemahaman mengenai hakikat/hukum orang bertato. Pada artikel tersebut terdapat penjelasan akan pengertian dan tujuan bertato bagi manusia serta hukum ke-sah an ketika berwudlu. Artikel yang sangat menarik dan bermanfaat

  • Mulyadi wahid says:

    Excelent

  • Titik S Gangga says:

    Jangan pandang seseorang hanya dari fisik. Tapi lihat ke dalam hatinya. Mantan suami saya orangnya bersih tanpa tato, tapi tidak ada tanggung jawab terhadap anak istri. Sedangkan suami yang sekarang hampir seluruh tubuh bertato. Tapi beliau sangat peduli terhadap keluarga. Dari mencuci baju sampai nyebokin anak beliau kerjakan. Menjaga anak istri, menafkahi dan mendidik menjadi prioritas. Beliau juga seorang imam yang baik. Mengajar saya dan anak-anak mengaji, mengingatkan sholat, dan melindungi kehormatan istri dan anak perempuan dengan mengharuskan kami untuk selalu berhijab.
    Sungguh diluar dugaan. Mengingat usia beliau yang 11 tahun lebih muda dari saya. Maha Besar Allah yang melimpahkan hidayahNya kepada siapapun yang dikehendakiNya..

  • Irfan says:

    Terimakasih. Sedikit pencerahan. Sedikit penyemangat saya buat benar2 jadi orang yang lebih baik . Makasih



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *