Header

TABLET BERLAPIS DUA

July 11th, 2020 | Posted by admin_tsb in Taushiyah/Khutbah
DSC_0027

TABLET BERLAPIS DUA
Khutbah Idul Adha 1441 H / 31-7-2020
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ/  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ / وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهْ/ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهْ / اَمَّابَعْدُ/  قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Kaum muslimin Yth.

            Pada Khutbah Idul Adha pagi ini, saya bacakan Surat Al Kautsar ayat 1-3, surat favorit, paling sering kita baca dalam shalat, karena paling pendek:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ ࣖ

”Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, kerjakanlah shalat demi Tuhanmu, dan sembelihlah hewan kurban. Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus dari rahmat Allah.”

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati

Firman Allah ini menjelaskan tiga hal. Pertama, nikmat Allah yang telah kita terima sungguh amat banyak, dalam kondisi apap pun. Andaikan hari ini kita sakit, kita tetap mendapat nikmat besar, yaitu masih hidup, dan itu berarti masih bisa menambah pahala dan meminta ampunan. Andaikan juga, hari ini kita tak punya uang sedikit pun, kita masih mendapat nikmat besar, yaitu bisa bersujud. Ketahuilah, sekali sujud lebih besar nilainya daripada dunia dan isinya. Tapi, dalam Alquran dinyatakan, hanya sedikit di antara kita yang ingat dan mensyukuri yang demikian itu. Kita makhluk yang susah diatur, sehingga kita belum berubah juga, meskipun Allah telah mengingatkan kita dengan firman-Nya sebanyak 31 kali dalam Alquran, ”Fa bi ayyi alaa-i rabbikumaa tukadzzibaan” (mengapa kamu tidak mengakui nikmat besar Allah itu, dan terus mengeluh?)

Kedua, ada dua cara untuk menyatakan syukur itu, yaitu ibadah individual dan ibadah sosial. Antara lain, mengerjakan shalat untuk kesalehan pribadi, dan menyembelih kurban untuk kesejahteraan manusia. Kita harus menjadi ”tablet berlapis dua.” Artinya, satu sisi, secara pribadi, kita adalah orang yang berkualitas, bersih hatinya karena banyak bersujud, dan pada sisi lainnya, kita muslim yang peduli lingkungan. Suatu saat, tangan kita bertakbir untuk shalat, dan pada saat yang lain kita gunakan tangan kita untuk menyembelih kurban dan memberi pertolongan kepada masyarakat. Oleh sebab itu, demi kemanusiaan, pada masa pandemi ini, kita boleh menggantikan menyembelih hewan dengan memberikan infak untuk menyelamatkan nyawa manusia.  Jika Anda ”tablet berlapis dua,” maka Anda pasti menjadi obat pengusir penderitaan manusia, dan Anda pasti manusia berkelas di mata Allah.

Ketiga, orang yang mengabaikan ajaran Nabi, tidak pernah berpikir halal haram, dan dalam otaknya hanya kesenangan semata, atau bahkan mengejek ajaran Nabi secara terus terang atau secara tersirat, maka ia tidak akan mendapat rahmat Allah. 

 Melalui hari raya idul qurban tahun ini, kita memohon kepada Allah, agar sifat-sifat hewan yang masih melekat pada diri kita dimatikan Allah bersamaan dengan penyembelihan jutaan hewan pada idul adha ini. Kita pasti sudah tahu sifat-sifat hewan yang hendak kita matikan itu, yaitu free sex, buta halal haram, hedonis, tidak pernah berpikir tentang tanggung jawab di akhirat, dan sebagainya. 

Sebagai penutup, semoga saudara-saudara kita yang telah wafat, yaitu para pasien covid 19, para dokter, paramedis, pejabat, sukarelawan atau siapa saja, lebih-lebih yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan, dicatat Allah sebagai syuhadak, sedangkan keluarganya diberi kesabaran. Semoga juga Allah memberi kesembuhan semua orang yang sakit, baik muslim atau pun non muslim, agar bisa melanjutkan tugas-tugas untuk kehidupan keluarganya, atau pun tugas-tugas pengabdiannya di tengah masyarakat.

             اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Duduk 10 detik. Lalu berdiri lagi melanjutkan khutbah kedua:

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ/  اَشْهَدُاَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ / وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهْ/ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهْ / اَمَّابَعْدُ/  قَالَ اللهُ تَعَالَى يَآاَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

2 Responses

  • Totok says:

    Ngamputen prof mau konsultasi kalau bermimpi diberi cahaya putih terang untuk tafsir mimpinya apa enggeh prof? Sebelumnya terimakasih prof.

  • Rakhmad says:

    Assalamu’alaikum prof,.semoga keberkahan ni’mat dari Allah Azza wajalla senantiasa melimpahi prof dan keluarga.

    Salam takdzim dari sy prof, jama’ah masjid daarussa’adah tembagapura..
    InsyaAllah ditempat kami tersebut masjid belum dibuka kembali prof, oleh karenanya rencana kami akan melaksanakan sholat ied #dirumahsaja. Mohon izin dan restunya prof untuk kami dapat menyadur teks khutbah ini esok hari ketika kami sholat ied bersama sekeluarga dirumah.. jazakallah ahsanul jaza atas izin dan perkenannya.
    Wassalamu’alaikum warohmatulloh



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *