Header

TRAUMA DENGAN LELAKI

December 21st, 2013 | Posted by admin_tsb in Konsultasi Keluarga Bahagia

TRAUMA DENGAN LELAKI
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Penulis Buku “60 Menit Terapi Shalat Bahagia”

Tanya:

Assalamu’alaikum wr wb

sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com/-QitZx2S0XiA/TZQ2zaP90sI/AAAAAAAAAGM/SdXSg70-QWQ/s1600/muslimah.jpg

sumber gambar: http://4.bp.blogspot.com/-QitZx2S0XiA/TZQ2zaP90sI/AAAAAAAAAGM/SdXSg70-QWQ/s1600/muslimah.jpg

Salam hangat untuk sahabat –sahabat Nurul Falah. Saya Dessi, gadis 20 tahun, yang sekarang tinggal di Surabaya. Sejak di kota pahlawan ini, keimanan saya benar-benar rapuh. Shalatpun sering saya tinggalkan, karena merasa sepertinya shalat sudah tidak ada gunanya sama sekali.

Muncul juga godaan dosa yang lain. Sekarang, saya berkali-kali bercinta dengan pria yang semuanya selalu sudah berkeluarga. Semula saya trauma dengan jejaka, sekarang lebih parah lagi trauma dengan lelaki siapa saja. Semua tidak bisa dipercaya.

Rapuh, rapuh keimanan saya. Mohon bimbingan agar selamat dari dosa dan kembali hidup dengan iman yang benar. Terima kasih pak ustad.

Dessi – Surabaya

Jawab:

Membaca pertanyaan Anda, saya teringat lagu religi Opick, “rapuh”, karena Anda berkali-kali menyebut kata itu untuk menggambarkan keimanan Anda. Saya memberi apresiasi yang besar kepada Anda yang jujur mengakui dosa-dosanya. Pengakuan dosa adalah awal dari langkah menuju kemajuan iman. Sebab, dari pengakuan itu, Anda akan memohon ampunan Allah. Orang terkutuk adalah orang yang berdosa, tapi tidak mengakui dosa-dosanya, sehingga tidak ada kemauan untuk memohon ampunan. Muslim terbaik bukan muslim tanpa dosa, tapi muslim yang mengakui dosa dan segera memohon ampunan Allah.

Untung Anda mengirim pertanyaan ini sekarang, sehingga tidak berlarut-larut dalam kesalahan besar. Apapun alasan yang dikemukakan, shalat tidak bisa ditinggalkan. Orang sakit yang tidak bisa menggerakkan anggota badan kecuali ibu jari, umpamanya,  masih terkena kewajiban shalat, yaitu dengan isyarat ibu jari itu. Jika bangunan sudah kehilangan pilarnya, ia akan roboh. Shalat adalah adalah pilar Islam. Oleh sebab itu, salah satu pembeda muslim atau kafir adalah pelaksanaan shalat. Nabi SAW bersabda, “Janjiku dengan mereka adalah shalat. Siapapun yang meninggalkannya maka ia kafir.” HR. Ahmad dari Buraidah r.a. Berdasar hadis ini, Anda harus segera bertaubat dan berjanji menjalankan shalat lima waktu bagaimanapun kesulitan hidup Anda.

Apakah Anda tidak terbalik? Seharusnya semakin besar kesulitan Anda, semakin banyak Anda bersujud kepada Allah, bukan semakin menjauhi shalat. Sebab shalat adalah sarana solusi seberat apapun masalah Anda. Allah SWT berfirman, “..dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat..” (QS. Al Baqarah [2]:49)

Saya senang mendengar, bahwa sekarang sudah putus hubungan dengan pria yang sudah berkeluarga. Anda benar dan terhormat. Jika Anda teruskan, coba Anda renungkan betapa hancur hati istri dan anak-anaknya di rumah yang ditinggal suami atau bapaknya berselingkuh, walaupun dengan alasan-alasan yang katanya “Islami”. Kecuali jika sang istri mempersilakan Anda menjadi istri kedua, ketiga atau keempat bagi suaminya. Jika tidak, “Apakah Anda tega menari ceria di atas genangan air mata?”

Soal trauma dengan pria, hapuskan sekarang juga. Bersiaplah menikah dengan pria yang dipilih berdasar shalat istikharah. Anda harus tahu, trauma itu diharamkan, sebab berarti tidak ikhlas menerima takdir Allah. Jika Anda pernah ditinggalkan atau dikecewakan pria, tidakkah itu jawaban dari doa Anda sendiri, “Wahai Allah jika, ia baik untuk masa depan keimananku, maka pertemukan aku dan langgengkan rumah tanggaku dengannya. Dan jika ia tidak baik, jauhkan aku dari dia dan jauhkan dia dariku, lalu berilah aku pengganti yang lebih baik.”

Bismillah, shalatlah lebih sempurna, rukuk sujudlah yang lebih lama, untuk menghapus dosa dan taruma. Yakinlah, Allah akan mengirim pria yang terbaik sesuai dengan harapan Anda dan keluarga.  (Baca buku Terapi Shalat Bahagia). (Surabaya, 10 November 2013)

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 You can leave a response, or trackback.

2 Responses



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *